HI BLOGGER!
Pada pertemuan ini, materi yang dibahas adalah mengenai Eksistensialisme.
Eksistensialisme adalah aliran filsafat tentang manusia dan cara beradanya yang khas di tengah mahluk lainnya.
Ex(keluar), Sistentia/Sistere (berdiri)
Pokok-pokok ajaran Kierkegaard:
1.
Dia bosan dengan pemikiran Hegel, ia memandang Hegel sebagai pemikir
besar tetapi satu hal yangh dilupakan yaitu eksistensi manusia sebagai
individual konkrit. Manusia tidak dapat dibicarakan “pada umumnya” atau
“menurut hakikatnya” karena manusia pada umumnya tidak ada.
2. Yang ada adalah manusia konkrit yang semuanya penting, berbeda dan berdiri di hadapan Tuhan.
3. Eksistensi bagi Kirkegaard adalah merealisir diri, mengikat diri dengan bebas, dan mempraktekkan keyakinannya dan mengisi kebebasannya.
4.
Hanya manusia bereksistensi karena dunia,binatang dan sesuatu lainnya
hanya “Ada.” Manusia bereksistensi, yakni menjadi (dalam waktu) seperti
ia (akan) ada (secara abadi)
5. Maka menurut Kierkegaard ada 3 cara bereksistensi, yaitu :
a.
Sikap Estetis : merengguh sebanyak mungkin kenikmatan yang dikuasai
oleh perasaan. Cara hidup yang amat bebas. Manusia harus memilih hidup
terus dengan kenikmatan atau meloncat ke tingkat lebih tinggi lewat
pilihan bebas.
b. Sikap Etis : Sikap menerima kaidah-kaidah moral,
suara hati dan memberi arah dalam hidupnya. Cirri khasnya menerima
ikatan perkawinan.
c. Sikap Religius : berhadapan dengan Tuhan yang melebihi keberadaan manusia. Manusia secara religius percaya pada Allah.
pernyataan
dari Parmenides hingga Hegel : “berpikir sama dengan berada “ ditolak
oleh Kierkegaard, karena menurutnya “Percaya itu sama dengan menjadi “.
Disini dan kini manusia percaya menentukan bagaimana dia akan ada secara
abadi.
Waktu dan keabadian
Setiap orang adalah
campuran dari ketakterhinggaan dan keterhinggaan. Manusia adalah gerak
menuju Allah tapi juga terasing dari Allah. Manusai hidup dalam 2
dimensi, yaitu keabadian dan waktu. Keduanya bertemu ketika titik dimana
waktu dan keabadian bersatu.
Subyektivitas dan Eksistensi sebagai Tugas
Eksistensi bukan sekadar fakta tapi juga sebagai suatu tugas. Bila
sebagai tugas maka harus dihayati sebagai suatu yang etis dan religius
dan dijalani dengan tanggungjawab. Eksistensi sejati memungkinkan
individu memilih dan mengambil keputusan sendiri.
Publik dan Individu
Pendapat umum kerap didukung oleh khalayak ramai yang anonym belaka.
Dalam publik bagi Kierkegaard hanya abstraksi belaka, bukan realitas.
Publik menjadi berbahaya bila itu dianggap nyata. Kierkegaard bukan
menolak adanya kemungkinan bagi manusia bergabung dengan yang lain,
tetapi baginya hanya setelah individu mencapai sikap etis barulah
penggabungan bersama dapat disarankan.
Pemikiran Sartre dibedakan menjadi, “berada di dalam diri” dan “berada untuk diri.”
1. Berada dalam diri : segala yang berada di dalam diri tidak aktif, membosankan dan memuakkan.
2. Berada Untuk diri : berada dengan sadar akan dirinya, yaitu cara berada manusia. Bertanggung jawab atas fakta bahwa ia ada.
Biasanya kesadaran bukan kesadaran akan diri melainkan kesadaran diri.
Secara di refleksikan cara kita mengarahkan diri pada obyek, kesadaran
kita diberi bentuk kesadaran akan diri.
Yang mengurangi kebebasan manusia, yaitu :
1. Tempat kita berada
2. Masa lalu
3. Lingkungan sekitar
4. Kenyataan adanya sesama manusia dengan eksistensi sendiri
5. Maut
Kebutuhan manusia dalam eksistensinya selalu menjelma dalam wujud
bertubuh. Tubuh menjadi pusat orientasi yang tidak bisa dipandang
sebagai alat semata tapi mengkukuhkan kehadiran manusia sebagai
eksistensinya.
Komunikasi adalah suatu hal yang apriori
ketika seseorang bertemu orang lain akan terjadi objektifikasi. Cinta
adalah bentuk hubungan keinginan saling memiliki.
Sumber: PPT Filsafat yang diberikan
Have an awesome day!
The Best Coin Casino | Best Payout Gambling Sites 2021
ReplyDeleteBest Coin Casino Bonuses and Promotions for 인카지노 December 2021. Discover the best 1xbet korean crypto casino bonuses 온카지노 and offers right here!💳 Minimum Deposit: C$10🎲 Games: 1100+🥇 Best Withdrawal: Cash/Cash