Bahaya Narkoba
Bagi Remaja
Pengertian
Narkoba
Pengertian
narkoba secara umum. Bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan
seseorang (pikiran, perasaan dan perilaku) serta dapat menimbulkan
ketergantungan fisik dan psikologi. Menurut UU RI No 22 / 1997, Narkoba, yaitu
zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman yang dapat
menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, menghilangkan rasa nyeri, dan
dapat menimbulkan ketergantungan (Badan Narkotika Nasional [BNN], 2013).
Jenis-Jenis
Narkoba
Narkotika
alami. Menurut BNN (2003) “narkotika alami adalah narkotika yang zat adiktifnya
diambil dari tumbuh-tumbuhan” (h. 12). Contoh dari narkotika alami adalah: (a)
ganja, tanaman perdu dengan daun menyerupai daun singkong yang tepinya
bergerigi. Cara penyalahgunaannya adalah dikeringkan dan dicampur dengan
tembakau rokok; (b) hasis, tanaman
serupa ganja yang tumbuh di Amerika Latin dan Eropa. Cara penyalahgunaannya
adalah disuling dan diambil sarinya; (b) opium, bunga dengan bentuk dan warna yang indah. Dari getah bunga opium
dihasilkan candu (opiat).
Narkotika
Semisintetis. Menurut BNN (2003) “narkotika semisintetis adalah
narkotika alami yang diolah dan diambil zat aktifnya (intisarinya) agar memiliki
khasiat yang lebih kuat” (h. 14). Contoh dari narkotika semisintetis adalah:
(a) morfin, dipakai dalam dunia kedokteran untuk menghilangkan rasa sakit atau
pembiusan pada operasi (pembedahan); (b) heroin, tidak dipakai dalam pengobatan
karena daya adiktifnya sangat besar dan manfaatnya secara medis belum
ditemukan.
Narkotika
Sintetis. Menurut BNN (2003) “narkotika sintetis adalah narkotika palsu yang dibuat
dari bahan kimia” (h. 15). Contoh dari narkotika sintetis adalah: (a) petidin,
untuk obat bius lokal, operasi kecil, sunat, dsb; (b) methadon, untuk
pengobatan pecandu narkoba; (c) naltrexon. Untuk pengobatan pecandu narkoba.
Penyebab
Penyalahgunaan Terhadap Remaja
Faktor
diri. Kepribadian-kepribadian tertentu punya kecenderungan (potensial) untuk
menyalahgunakan narkoba. Apalagi kalau yang bersangkutan sedang menghadapi
masalah-masalah sulit. Dalam situasi demikian nilai-nilai kemanusiaan seseorang
menjadi kacau sehingga menjadi lebih rentan tanpa seleksi terhadap hal-hal baru
termasuk narkoba (Visimedia, 2006).
Faktor
lingkungan. Ketidakharmonisan keluarga dapat menjadi salah satu penyebab remaja
menggunakan narkoba. Terkadang, mereka jarang menghabiskan waktu luang dan
bercanda dengan orang tuanya. Berhadapan dengan situasi demikian, remaja merasa
bimbang, bingung dan ketiadaan pegangan dalam hidupnya. Remaja akhirnya menjadi
takut dan mencari sendiri pegangan hidupnya. Kemudian, teman sebaya juga dapat
menjadi faktor remaja menggunakan narkoba. Para remaja sesuai dengan umurnya,
suka bergaul dengan kelompoknya. Tekanan negatif teman sebaya dapat menjadi
risiko tersendiri. Tidak mustahil mereka menceburkan diri ke dalam kelompok
narkotika (Visimedia, 2006).
Konsekuensi
Penyalahgunaan Narkoba Bagi Remaja
Fisik. Pemakai narkoba
dapat mengalami kerusakan organ tubuh dan menjadi sakit sebagai akibat langsung
adanya narkoba dalam darah, misalnya kerusakan paru-paru, ginjal, hati, dan
sebagainya. Kerusakan jaringan pada organ tubuh akan merusak fungsi organ tubuh
tersebut sehingga berbagai penyakit timbul. Pemakai narkoba juga dapat terkena
penyakit infeksi, seperti hepatitis, HIV/AIDS, sifilis, dan sebagainya. Kuman
atau virus masuk ke tubuh pemakai karena cara pemakaian narkoba (BNN, 2003).
Psikis. Pemakaian
narkoba menyebabkan kerusakan pada organ tubuh. Kerusakan organ menyebabkan
terjadinya gangguan fungsi organ yang dapat mendatangkan stres sehingga pelaku
dapat mengalami kematian. Pemakai narkoba biasanya akan berubah menjadi
tertutup karena malu akan dirinya, takut mati, atau takut perbuatannya
diketahui. Biasanya, pemakai narkoba berubah menjadi pemalu atau rendah diri.
Biasanya karena “tuntutan” kebutuhan fisik, sangat banyak pemakai narkoba yang
mental dan moralnya rusak. Ditunjang oleh kondisi fisik yang semakin buruk dan
lemah, pemakai narkoba akan berubah menjadi pemalas. Karena malas, ia tidak
berkembang dan menjadi bodoh (BNN, 2003).
Kesimpulan
Narkoba adalah zat yang sangat berbahaya bagi tubuh dan
dapat merusak susunan sistem syaraf. Narkoba menimbulkan dampak negative yang
dapat mempengaruhi tubuh secara fisik maupun psikis.
DAFTAR PUSTAKA
Visimedia.
(2006). Mencegah terjerumus narkoba.
(edisi ke-1). Tangerang: Penerbit.
BNN.
(2003). Pedoman pencegahan penyalahgunaan
narkoba bagi remaja. Jakarta: Penerbit.