Tuesday, November 11, 2014

Tugas Akhir



Pentingnya Peranan Orangtua dalam Mempengaruhi Tingkah Laku Anak

Pengantar
Keluarga adalah unit sosial terkecil dalam masyarakat. Keluarga menjadi sumber kepribadian seseorang. Kepribadian seorang anak terbentuk karena peran serta keluarga, yaitu orangtua. Orangtua sangat berperan penting dalam pola tingkah laku anak. Seorang anak biasanya akan mengikuti semua tindakan yang dilakukan atau ucapan yang diucapkan oleh orangtuanya. Bila orangtua tidak mendidik anak dengan cara yang baik dan benar, maka sang anak kelak akan menjadi anak yang berkepribadian buruk.

Wednesday, November 5, 2014

Bahaya Narkoba Bagi Remaja




Bahaya Narkoba Bagi Remaja
Pengertian Narkoba
Pengertian narkoba secara umum. Bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan seseorang (pikiran, perasaan dan perilaku) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi. Menurut UU RI No 22 / 1997, Narkoba, yaitu zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan (Badan Narkotika Nasional [BNN], 2013).

Jenis-Jenis Narkoba
Narkotika alami. Menurut BNN (2003) “narkotika alami adalah narkotika yang zat adiktifnya diambil dari tumbuh-tumbuhan” (h. 12). Contoh dari narkotika alami adalah: (a) ganja, tanaman perdu dengan daun menyerupai daun singkong yang tepinya bergerigi. Cara penyalahgunaannya adalah dikeringkan dan dicampur dengan tembakau rokok; (b) hasis, tanaman serupa ganja yang tumbuh di Amerika Latin dan Eropa. Cara penyalahgunaannya adalah disuling dan diambil sarinya; (b) opium, bunga dengan bentuk dan warna yang indah. Dari getah bunga opium dihasilkan candu (opiat).
Narkotika Semisintetis. Menurut BNN (2003) “narkotika semisintetis adalah narkotika alami yang diolah dan diambil zat aktifnya (intisarinya) agar memiliki khasiat yang lebih kuat” (h. 14). Contoh dari narkotika semisintetis adalah: (a) morfin, dipakai dalam dunia kedokteran untuk menghilangkan rasa sakit atau pembiusan pada operasi (pembedahan); (b) heroin, tidak dipakai dalam pengobatan karena daya adiktifnya sangat besar dan manfaatnya secara medis belum ditemukan.
Narkotika Sintetis. Menurut BNN (2003) “narkotika sintetis adalah narkotika palsu yang dibuat dari bahan kimia” (h. 15). Contoh dari narkotika sintetis adalah: (a) petidin, untuk obat bius lokal, operasi kecil, sunat, dsb; (b) methadon, untuk pengobatan pecandu narkoba; (c) naltrexon. Untuk pengobatan pecandu narkoba.

Penyebab Penyalahgunaan Terhadap Remaja
Faktor diri. Kepribadian-kepribadian tertentu punya kecenderungan (potensial) untuk menyalahgunakan narkoba. Apalagi kalau yang bersangkutan sedang menghadapi masalah-masalah sulit. Dalam situasi demikian nilai-nilai kemanusiaan seseorang menjadi kacau sehingga menjadi lebih rentan tanpa seleksi terhadap hal-hal baru termasuk narkoba (Visimedia, 2006).
Faktor lingkungan. Ketidakharmonisan keluarga dapat menjadi salah satu penyebab remaja menggunakan narkoba. Terkadang, mereka jarang menghabiskan waktu luang dan bercanda dengan orang tuanya. Berhadapan dengan situasi demikian, remaja merasa bimbang, bingung dan ketiadaan pegangan dalam hidupnya. Remaja akhirnya menjadi takut dan mencari sendiri pegangan hidupnya. Kemudian, teman sebaya juga dapat menjadi faktor remaja menggunakan narkoba. Para remaja sesuai dengan umurnya, suka bergaul dengan kelompoknya. Tekanan negatif teman sebaya dapat menjadi risiko tersendiri. Tidak mustahil mereka menceburkan diri ke dalam kelompok narkotika (Visimedia, 2006).

Konsekuensi Penyalahgunaan Narkoba Bagi Remaja
Fisik. Pemakai narkoba dapat mengalami kerusakan organ tubuh dan menjadi sakit sebagai akibat langsung adanya narkoba dalam darah, misalnya kerusakan paru-paru, ginjal, hati, dan sebagainya. Kerusakan jaringan pada organ tubuh akan merusak fungsi organ tubuh tersebut sehingga berbagai penyakit timbul. Pemakai narkoba juga dapat terkena penyakit infeksi, seperti hepatitis, HIV/AIDS, sifilis, dan sebagainya. Kuman atau virus masuk ke tubuh pemakai karena cara pemakaian narkoba (BNN, 2003).
Psikis. Pemakaian narkoba menyebabkan kerusakan pada organ tubuh. Kerusakan organ menyebabkan terjadinya gangguan fungsi organ yang dapat mendatangkan stres sehingga pelaku dapat mengalami kematian. Pemakai narkoba biasanya akan berubah menjadi tertutup karena malu akan dirinya, takut mati, atau takut perbuatannya diketahui. Biasanya, pemakai narkoba berubah menjadi pemalu atau rendah diri. Biasanya karena “tuntutan” kebutuhan fisik, sangat banyak pemakai narkoba yang mental dan moralnya rusak. Ditunjang oleh kondisi fisik yang semakin buruk dan lemah, pemakai narkoba akan berubah menjadi pemalas. Karena malas, ia tidak berkembang dan menjadi bodoh (BNN, 2003).

Kesimpulan
Narkoba adalah zat yang sangat berbahaya bagi tubuh dan dapat merusak susunan sistem syaraf. Narkoba menimbulkan dampak negative yang dapat mempengaruhi tubuh secara fisik maupun psikis.


DAFTAR PUSTAKA
Visimedia. (2006). Mencegah terjerumus narkoba. (edisi ke-1). Tangerang: Penerbit.
BNN. (2003). Pedoman pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi remaja. Jakarta: Penerbit.




Tuesday, October 7, 2014

Pertemuan IX Filsafat

HI BLOGGER!

Pada pertemuan ini, materi yang dibahas adalah mengenai Eksistensialisme.


Friday, October 3, 2014

Pertemuan VIII B Filsafat

   Pada sesi ini, kelompok kami disuruh mempresentasikan tentang pengetahuan dan intelegensi manusia. Setelah selesai mempresentasikan, ada beberapa teman kami yang mengajukan pertanyaan. Ini lah jawaban dari kami:

Pertemuan VIII Filsafat

HI BLOGGER!


Pada hari Jumat, 26 September 2014 saya mempelajari tentang Manusia dan Afektivitasnya serta Kebebasan. Tanpa basa-basi lagi, langsung saja kita masuk ke pembahasannya.

Tuesday, September 30, 2014

Pertemuan VII Filsafat

HI BLOGGER!


Pada pertemuan hari Kamis, 25 September 2014, materi yang diberikan kepada kami adalah mengenai Jiwa dan Badan. Langsung saja kita mulai pembahasannya...

Sunday, September 28, 2014

Pertemuan VI Filsafat

HI BLOGGER!

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang Etika dan Moral serta Filsafat Manusia yang telah disampaikan para tim dosen pada hari Selasa, 23 September 2014.

Friday, September 26, 2014

Pertemuan V Filsafat

HI BLOGGER!

Hari Senin, 22 September 2014 saya mempelajari tentang Silogisme, Kesesatan Pemikiran (Fallacia). Pertama, saya akan menjelaskan tentang Silogisme terlebih dahulu.

Wednesday, September 24, 2014

Pertemuan IV Filsafat (Sesi 3 & 4)

HI BLOGGER

Pada hari Jumat, 19 September 2014 kami melanjutkan sesi ke 3 & 4 membahas tentang Logika dan Critical Thinking. Langsung kita mulai saja yuk!

Tuesday, September 23, 2014

Pertemuan IV Filsafat ( Sesi 1 & 2)

HI BLOGGER!


Pada pertemuan ke 4 filsafat hari Jumat, 19 September 2014, materi yang diberikan sangat lah banyak dan melelahkan, walaupun saya tidak terlalu mengerti materi yang diberikan pada hari Jumat kemarin, tetapi saya berusaha memahami dan mempelajarinya.

Sunday, September 21, 2014

Fantastic Four

HI BLOGGER!


Dalam blok filsafat ini, saya mempunyai kelompok yang beranggotakan 8 orang. Awalnya, kami sempat mengalami kebingungan memberi nama untuk kelompok kami.

Saturday, September 20, 2014

Pertemuan III Filsafat

HI BLOGGER!

Kemarin saya sangat capek dan tidak sempat untuk menulis di blog, jadi mohon maaf karena saya baru bisa menulis lagi hari ini. Kali ini saya akan membuat postingan di blog saya menjadi sesuatu yang menarik, tidak membosankan seperti postingan yang sebelumnya agar lebih enak untuk dibaca dan mudah untuk dimengerti.  

Thursday, September 18, 2014

Pertemuan II Filsafat

HI BLOGGER!

Selasa, 16 September 2014 materi filsafat yang diberikan adalah Pencabangan Filsafat dan Aksiologi. Langsung saja saya mulai pembahasannya.



Monday, September 15, 2014

Pertemuan I Filsafat

HI BLOGGER!

Nama Saya Cardinsa Gemelli Swantika. Saya lahir di Jakarta, 1 Juli 1996. Saat ini saya kuliah di Universitas Tarumanagara Fakultas Psikologi. Nomor Induk Mahasiswa saya adalah 705140166.