Pentingnya Peranan Orangtua dalam Mempengaruhi Tingkah
Laku Anak
Pengantar
Keluarga
adalah unit sosial terkecil dalam masyarakat. Keluarga menjadi sumber
kepribadian seseorang. Kepribadian seorang anak terbentuk karena peran serta
keluarga, yaitu orangtua. Orangtua sangat berperan penting dalam pola tingkah
laku anak. Seorang anak biasanya akan mengikuti semua tindakan yang dilakukan
atau ucapan yang diucapkan oleh orangtuanya. Bila orangtua tidak mendidik anak
dengan cara yang baik dan benar, maka sang anak kelak akan menjadi anak yang
berkepribadian buruk.
Definisi Orangtua
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Orangtua adalah
ayah ibu kandung. (KBBI, 2005).
Menurut Gunarsa. Gunarsa mengatakan bahwa orangtua
adalah dua individu yang berbeda memasuki hidup bersama dengan membawa
pandangan, pendapat dan kebiasaan—kebiasaan sehari-hari (Gunarsa, 1976).
Pendekatan Orangtua Terhadap Anak
Pendekatan negatif. Satiadarma (2008) mengatakan bahwa
ada beberapa cara pendekatan yang negatif terhadap anak. Pendekatan-pendekatan
negatif tersebut berdampak buruk terhadap perilaku anak. Pendekatan-pendekatan
tersebut diantaranya (a) pendekatan dengan kecemasan, (b) pendekatan dengan
kekerasan, (c) pendekatan dengan ketidakberdayaan, (d) pendekatan dengan
ketergantungan, dan (e) pendekatan dengan ketidakpedulian.
Pendekatan
dengan kecemasan. Kecemasan menjadi
bagian dari pribadi tiap manusia. Wajar bila seseorang merasakan cemas terhadap
sesuatu, tetapi kecemasan yang berlebihan tentu akan menimbulkan gangguan besar
terhadap hidup seseorang. Orangtua yang merasa khawatir secara berlebihan
terhadap anaknya biasanya akan mudah cemas pula dalam menghadapi perkembangan
anaknya. Seringkali orangtua mengemukakan/ mencamkan suatu hal yang buruk pada
anaknya. Pesan yang disampaikan oleh orangtua tersebut dapat menjadi negatif
sifatnya karena porsi penyampaiannya berlebihan. Anak yang sering menerima
pesan negatif tersebut kelak akan menjadikan pesan negatif tersebut sebagai
dasar bagi pola pikirnya.
Pendekatan
dengan kekerasan. Banyak orangtua
beranggapan bahwa cara untuk mendidik anak menjadi disiplin adalah dengan
melakukan kekerasan. Padahal disiplin tidak sama dengan kekerasan. Bila seorang
anak dididik secara keras oleh orangtuanya, maka anak tersebut akan bersikap
keras pada orang lain karena perilaku kekerasan itulah yang dijadikan contoh
atau model perilaku yang dipelajari oleh si anak.
Pendekatan
dengan ketidakberdayaan. Seringkali
orangtua tanpa sadar mengajarkan anak untuk menjadi tidak berdaya. Sikap tidak
berdaya adalah sikap menyerah pada keadaan, merasa tidak mampu mengatasi
keadaan, dan tidak berupaya mencari jalan keluarnya (Satiadarma, 2008).
Orangtua selalu beranggapan bahwa anak-anak mereka lebih bodoh dari mereka. Mereka merasa lebih
superior dari anak-anak mereka tetapi tidak dapat membimbing anaknya untuk
lebih berkembang.
Pendekatan
dengan ketergantungan. Wajar bila
orangtua mempersepsikan bahwa anak-anaknya harus menggantungkan diri pada
mereka karena anak memang belum mampu mandiri. Tetapi bila anak terus bergantung
pada orangtuanya, kelak mereka akan sulit untuk mengambil keputusan sendiri.
Mereka tidak dapat menentukan pilihan dan menyerahkan keputusan kepada
orangtua. Sikap ketergantungan ini tentu tidak memberikan kesempatan bagi anak
untuk menentukan pilihannya sendiri.
Pendekatan
dengan ketidakpedulian. Terkadang ada
orangtua yang membiarkan anaknya melakukan segala sesuatu sesuai dengan
kehendaknya. Mereka beranggapan bahwa dengan membiarkan anaknya melakukan
berbagai aktivitas sendiri, anak tersebut dapat berkembang dan tumbuh secara
bebas. Anak yang dilepaskan begitu saja oleh orangtuanya akan merindukan
keberadaan serta kasih sayang orang tua.
Pendekatan Positif. Satiadarma (2008) mengatakan bahwa
ada beberapa catatan penting bagi orangtua dalam mendidik anak. Orangtua dapat
melakukan pendekatan-pendekatan yang positif, diantaranya (a) pendekatan dengan
keterbukaan, (b) pendekatan dengan kasih sayang, dan (c) pendekatan dengan
kreativitas.
Pendekatan
dengan keterbukaan. Orangtua harus
bersikap terbuka pada anaknya. Keterbukaan terkait dengan sikap memberikan
kesempatan kepada anak untuk tumbuh dan berkembang secara alami dan pada saat
yang sama juga menjaga kesejahteraan anak (Satiadarma, 2008). Orangtua harus
memberikan kesempatan kepada anak untuk dapat mengeksplorasi kemampuannya dan
mengawasi setiap aktivitas yang dilakukan.
Pendekatan
dengan kasih sayang. Pendekatan ini
sangat penting untuk mengembangkan emosi anak secara sehat. Misalnya,
memberikan pujian saat anak melakukan sesuatu dengan baik. Bila orangtua
memberikan pujian atau reward ke anak, si anak akan merasa bahwa orangtua nya
menghargai yang ia lakukan sehingga ia terpacu untuk melakukan hal yang lebih
baik lagi. Kasih sayang merupakan salah satu bentuk hubungan emosi. Kasih
sayang perlu ditunjukkan dengan cara memberikan perhatian.
Pendekatan
dengan kreativitas. Kreativitas
seorang anak dapat tumbuh berkembang bila orangtua mendidik anak dengan cara
yang tidak kaku. Kreativitas merupakan
aspek yang amat penting di dalam kehidupan manusia (Satiadarma, 2008). Jika
anak kelak tumbuh menjadi sosok pribadi yang kreatif, makan ia akan mengalami
banyak kemudahan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Cara-cara Mempengaruhi Tingkah Laku Anak
Orangtua
dapat berbicara kepada anak.
Mereka dapat menerangkan, mengajar, ataupun mendidik. Mereka dapat menjelaskan
tentang apapun yang harus mereka ketahui tentang hidup dengan menggunakan logika atau alasan.
Orangtua dapat menghukum secara verbal atau nonverbal. Apabila seorang
anak berbuat kesalahan, orangtua dapat memberikan hukuman dengan cara menegur
atau melarang untuk keluar rumah.
Orangtua dapat menghadiahi anak secara verbal atau
nonverbal. Misalnya, bila
anak mendapatkan nilai bagus di sekolah, maka orangtua dapat memberikan hadiah
ataupun pujian kepada si anak.
Orangtua dapat memberi contoh yang baik. Misalnya, tidak
berbicara saat sedang makan, bebricara sopan dengan orang lain, dan menghormati
orang yang lebih tua.
Orangtua dapat memotivasi anak. Misalnya bila anak merasa gagal terhadap sesuatu,
orangtua dapat memberikan semangat kepada anak agar tidak putus asa (Craig,
1994).
Peranan Orangtua dalam Membentuk Kepribadian Anak
Pada hakekatnya, orangtua selalu
mempunyai harapan agar anaknya tumbuh menjadi anak yang baik, tahu membedakan
yang baik dan yang buruk. Harapan-harapan ini dapat terwujud bila dari awal
orangtua menyadari peranan mereka dalam membentuk kepribadian anak. Pengaruh
orangtua terhadap perkembangan tingkah laku anak sangat besar.
Anak tentunya akan belajar dari
orangtuanya bagaimana ia harus bersikap atau bertindak terhadap orang lain,
tingkah laku apa yang baik dan yang buruk. Orangtua berperan besar untuk
mendidik, mengajar serta memberi contoh teladan kepada anak. Dalam
perkembangannya, anak perlu dibimbing untuk mengetahui, mengenal, mengerti, dan
menerapkan tingkah laku yang sesuai dengan nilai-nilai moral (Gunarsa &
Gunarsa, 2008).
Simpulan
Peran orangtua sangat penting bagi
pertumbuhan pribadi anak. Orangtua harus dapat mengarahkan anaknya menuju
kepada kedewasaan dengan menanamkan norma-norma dan nilai-nilai yang ada.
Selain itu orangtua harus dapat mengembangkan potensi yang ada pada diri anak
dan memberi teladan serta contoh yang baik untuk dapat ditiru oleh anaknya.
DAFTAR PUSTAKA
Craig, S. D.
(1994). Mendidik dengan kasih.
Yogyakarta: Kanisius.
Gunarsa, S. D & Gunarsa, Y. S. D (2008). Psikologi perkembangan anak dan remaja.
(edisi ke-13). Jakarta: Gunung Mulia.
Gunarsa, Y. S. D.
(1995). Psikologi untuk keluarga.
Jakarta: Gunung Mulia.
Kamus Besar
Bahasa Indonesia (2005). (edisi ke-3). Jakarta: Balai Pustaka.
Satiadarma, M. P.
(2001). Persepsi orangtua membentuk
perilaku anak. Jakarta: Obor.
No comments:
Post a Comment