Tuesday, November 11, 2014

Tugas Akhir



Pentingnya Peranan Orangtua dalam Mempengaruhi Tingkah Laku Anak

Pengantar
Keluarga adalah unit sosial terkecil dalam masyarakat. Keluarga menjadi sumber kepribadian seseorang. Kepribadian seorang anak terbentuk karena peran serta keluarga, yaitu orangtua. Orangtua sangat berperan penting dalam pola tingkah laku anak. Seorang anak biasanya akan mengikuti semua tindakan yang dilakukan atau ucapan yang diucapkan oleh orangtuanya. Bila orangtua tidak mendidik anak dengan cara yang baik dan benar, maka sang anak kelak akan menjadi anak yang berkepribadian buruk.

Definisi Orangtua
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Orangtua adalah ayah ibu kandung. (KBBI, 2005).
Menurut Gunarsa. Gunarsa mengatakan bahwa orangtua adalah dua individu yang berbeda memasuki hidup bersama dengan membawa pandangan, pendapat dan kebiasaan—kebiasaan sehari-hari (Gunarsa, 1976).

Pendekatan Orangtua Terhadap Anak
Pendekatan negatif. Satiadarma (2008) mengatakan bahwa ada beberapa cara pendekatan yang negatif terhadap anak. Pendekatan-pendekatan negatif tersebut berdampak buruk terhadap perilaku anak. Pendekatan-pendekatan tersebut diantaranya (a) pendekatan dengan kecemasan, (b) pendekatan dengan kekerasan, (c) pendekatan dengan ketidakberdayaan, (d) pendekatan dengan ketergantungan, dan (e) pendekatan dengan ketidakpedulian.
Pendekatan dengan kecemasan. Kecemasan menjadi bagian dari pribadi tiap manusia. Wajar bila seseorang merasakan cemas terhadap sesuatu, tetapi kecemasan yang berlebihan tentu akan menimbulkan gangguan besar terhadap hidup seseorang. Orangtua yang merasa khawatir secara berlebihan terhadap anaknya biasanya akan mudah cemas pula dalam menghadapi perkembangan anaknya. Seringkali orangtua mengemukakan/ mencamkan suatu hal yang buruk pada anaknya. Pesan yang disampaikan oleh orangtua tersebut dapat menjadi negatif sifatnya karena porsi penyampaiannya berlebihan. Anak yang sering menerima pesan negatif tersebut kelak akan menjadikan pesan negatif tersebut sebagai dasar bagi pola pikirnya.
Pendekatan dengan kekerasan. Banyak orangtua beranggapan bahwa cara untuk mendidik anak menjadi disiplin adalah dengan melakukan kekerasan. Padahal disiplin tidak sama dengan kekerasan. Bila seorang anak dididik secara keras oleh orangtuanya, maka anak tersebut akan bersikap keras pada orang lain karena perilaku kekerasan itulah yang dijadikan contoh atau model perilaku yang dipelajari oleh si anak.
Pendekatan dengan ketidakberdayaan. Seringkali orangtua tanpa sadar mengajarkan anak untuk menjadi tidak berdaya. Sikap tidak berdaya adalah sikap menyerah pada keadaan, merasa tidak mampu mengatasi keadaan, dan tidak berupaya mencari jalan keluarnya (Satiadarma, 2008). Orangtua selalu beranggapan bahwa anak-anak mereka  lebih bodoh dari mereka. Mereka merasa lebih superior dari anak-anak mereka tetapi tidak dapat membimbing anaknya untuk lebih berkembang.
Pendekatan dengan ketergantungan. Wajar bila orangtua mempersepsikan bahwa anak-anaknya harus menggantungkan diri pada mereka karena anak memang belum mampu mandiri. Tetapi bila anak terus bergantung pada orangtuanya, kelak mereka akan sulit untuk mengambil keputusan sendiri. Mereka tidak dapat menentukan pilihan dan menyerahkan keputusan kepada orangtua. Sikap ketergantungan ini tentu tidak memberikan kesempatan bagi anak untuk menentukan pilihannya sendiri.
Pendekatan dengan ketidakpedulian. Terkadang ada orangtua yang membiarkan anaknya melakukan segala sesuatu sesuai dengan kehendaknya. Mereka beranggapan bahwa dengan membiarkan anaknya melakukan berbagai aktivitas sendiri, anak tersebut dapat berkembang dan tumbuh secara bebas. Anak yang dilepaskan begitu saja oleh orangtuanya akan merindukan keberadaan serta kasih sayang orang tua.
Pendekatan Positif. Satiadarma (2008) mengatakan bahwa ada beberapa catatan penting bagi orangtua dalam mendidik anak. Orangtua dapat melakukan pendekatan-pendekatan yang positif, diantaranya (a) pendekatan dengan keterbukaan, (b) pendekatan dengan kasih sayang, dan (c) pendekatan dengan kreativitas.
Pendekatan dengan keterbukaan. Orangtua harus bersikap terbuka pada anaknya. Keterbukaan terkait dengan sikap memberikan kesempatan kepada anak untuk tumbuh dan berkembang secara alami dan pada saat yang sama juga menjaga kesejahteraan anak (Satiadarma, 2008). Orangtua harus memberikan kesempatan kepada anak untuk dapat mengeksplorasi kemampuannya dan mengawasi setiap aktivitas yang dilakukan.
Pendekatan dengan kasih sayang. Pendekatan ini sangat penting untuk mengembangkan emosi anak secara sehat. Misalnya, memberikan pujian saat anak melakukan sesuatu dengan baik. Bila orangtua memberikan pujian atau reward ke anak, si anak akan merasa bahwa orangtua nya menghargai yang ia lakukan sehingga ia terpacu untuk melakukan hal yang lebih baik lagi. Kasih sayang merupakan salah satu bentuk hubungan emosi. Kasih sayang perlu ditunjukkan dengan cara memberikan perhatian.
Pendekatan dengan kreativitas. Kreativitas seorang anak dapat tumbuh berkembang bila orangtua mendidik anak dengan cara yang tidak kaku.   Kreativitas merupakan aspek yang amat penting di dalam kehidupan manusia (Satiadarma, 2008). Jika anak kelak tumbuh menjadi sosok pribadi yang kreatif, makan ia akan mengalami banyak kemudahan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Cara-cara Mempengaruhi Tingkah Laku Anak
  Orangtua dapat berbicara kepada anak. Mereka dapat menerangkan, mengajar, ataupun mendidik. Mereka dapat menjelaskan tentang apapun yang harus mereka ketahui tentang hidup dengan  menggunakan logika atau alasan.
Orangtua dapat menghukum secara verbal atau nonverbal. Apabila seorang anak berbuat kesalahan, orangtua dapat memberikan hukuman dengan cara menegur atau melarang untuk keluar rumah.
Orangtua dapat menghadiahi anak secara verbal atau nonverbal. Misalnya, bila anak mendapatkan nilai bagus di sekolah, maka orangtua dapat memberikan hadiah ataupun pujian kepada si anak.
Orangtua dapat memberi contoh yang baik. Misalnya, tidak berbicara saat sedang makan, bebricara sopan dengan orang lain, dan menghormati orang yang lebih tua.
Orangtua dapat memotivasi anak. Misalnya bila anak merasa gagal terhadap sesuatu, orangtua dapat memberikan semangat kepada anak agar tidak putus asa (Craig, 1994).

Peranan Orangtua dalam Membentuk Kepribadian Anak
    Pada hakekatnya, orangtua selalu mempunyai harapan agar anaknya tumbuh menjadi anak yang baik, tahu membedakan yang baik dan yang buruk. Harapan-harapan ini dapat terwujud bila dari awal orangtua menyadari peranan mereka dalam membentuk kepribadian anak. Pengaruh orangtua terhadap perkembangan tingkah laku anak sangat besar. 
   Anak tentunya akan belajar dari orangtuanya bagaimana ia harus bersikap atau bertindak terhadap orang lain, tingkah laku apa yang baik dan yang buruk. Orangtua berperan besar untuk mendidik, mengajar serta memberi contoh teladan kepada anak. Dalam perkembangannya, anak perlu dibimbing untuk mengetahui, mengenal, mengerti, dan menerapkan tingkah laku yang sesuai dengan nilai-nilai moral (Gunarsa & Gunarsa, 2008).

Simpulan
 Peran orangtua sangat penting bagi pertumbuhan pribadi anak. Orangtua harus dapat mengarahkan anaknya menuju kepada kedewasaan dengan menanamkan norma-norma dan nilai-nilai yang ada. Selain itu orangtua harus dapat mengembangkan potensi yang ada pada diri anak dan memberi teladan serta contoh yang baik untuk dapat ditiru oleh anaknya.




DAFTAR PUSTAKA
Craig, S. D. (1994). Mendidik dengan kasih. Yogyakarta: Kanisius.
Gunarsa, S. D & Gunarsa, Y. S. D (2008). Psikologi perkembangan anak dan remaja. (edisi ke-13). Jakarta: Gunung Mulia.
Gunarsa, Y. S. D. (1995). Psikologi untuk keluarga. Jakarta: Gunung Mulia.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005). (edisi ke-3). Jakarta: Balai Pustaka.
Satiadarma, M. P. (2001). Persepsi orangtua membentuk perilaku anak. Jakarta: Obor.



No comments:

Post a Comment