Kemarin
saya sangat capek dan tidak sempat untuk menulis di blog, jadi mohon maaf
karena saya baru bisa menulis lagi hari ini. Kali ini saya akan membuat
postingan di blog saya menjadi sesuatu yang menarik, tidak membosankan seperti
postingan yang sebelumnya agar lebih enak untuk dibaca dan mudah untuk
dimengerti.
Apa itu Epistemologi?
Epistemologi adalah kata yang
berasal dari bahasa Yunani, "episteme"
yang berarti pengetahuan dan "logos" yang berarti ilmu. Epistemologi merupakan cabang filsafat yang berkaitan dengan sifat,
asal, karakter dan jenis pengetahuan. Dalam arti sederhana, epistemologi adalah teori tentang pengetahuan/theory of
knowledge. Epistemologi atau Teori Pengetahuan membahas tentang asal
mula pengetahuan, bagaimana terjadinya pengetahuan, serta pertanggung jawaban
atas pengetahuan yang dimiliki oleh manusia. Manusia memperoleh pengetahuan
melalui akal dan panca indera dengan berbagai metode, seperti metode induktif, metode deduktif, metode
dialektis, metode positivisme,
dan metode kontemplatis.
Sifat epistemologi dibagi menjadi 3,
yaitu:
- Secara Kritis: mempertanyakan/menguji cara kerja, pendekatan, dan kesimpulan yang dapat ditarik dari kegiatan kognitif manusia.
- Secara Normatif: menentukan tolok ukur atau norma penalaran tentang kebenaran pengetahuan.
- Secara Evaluatif: menilai apakah suatu keyakinan atau pendapat dapat dipertanggung jawabkan dan dijamin kebenarannya secara logis dan akurat.
Seorang
manusia dapat memperoleh dasar dan sumber pengetahuan yang berasal dari:
- Ingatan (memory)
- Pengalaman manusia
- Pikiran dan penalaran
- Minat dan rasa ingin tahu
- Logika
- Bahasa
- Kebutuhan hidup manusia
Selain
itu, pengetahuan juga dapat kita peroleh melalui beberapa metode, yaitu:
a) Empirisme
Empirisme merupakan suatu
aliran dalam filsafat yang menyatakan bahwa semua pengetahuan itu berasal dari
pengalaman manusia. Empirisme meyakini bahwa pengalaman merupakan satu-satunya
sumber pengetahuan. Jadi, pengetahuan
tidak diperoleh dari akal, melainkan alat panca indera manusia seperti hidung,
mata, telinga, dll.
Salah satu tokoh empirisme
yaitu John Locke (1632-1704). John
Locke berpendapat bahwa segala pengetahuan berasal dari pengalaman dan bukan
berasal dari akal (otak). Ia pun mengatakan bahwa otak manusia saat lahir
merupakan kertas putih yang kosong (tabula rasa) dan kertas tersebut terisi
saat manusia memiliki pengalaman.
b) Rasionalisme
Rasionalisme merupakan suatu
aliran dalam filsafat yang menyatakan bahwa semua pengetahuan berasal dari
rasio (akal). Di dalam rasio terdapat ide-ide yang menjadi sumber pengetahuan.
Para penganut rasionalisme meyakini bahwa kebenaran dan kesesatan terletak di
dalam ide kita. Jadi, kebenaran hanya ada dalam pikiran kita dan hanya dapat
diperoleh dari akal budi manusia saja.
Salah satu tokoh Rasionalisme
adalah Rene Descartes (1596-1650).
Ia berpendapat bahwa ide adalah bawaan yang sudah ada di dalam jiwa sebagai
kebenaran yang tidak bisa diragukan lagi.
c) Fenomenalisme
Fenomenalisme merupakan suatu aliran dalam filsafat yang
menyatakan bahwa fenomenalisme (gejala) adalah sumber pengetahuan dan
kebenaran. Sehingga, pengetahuan manusia hanya terbatas pada gejala-gejala yang
nampak, yang dapat amati oleh indera serta ditambahkan sebuah kesadaran.
Salah satu tokoh fenomenalisme adalah Immanuel Kant (1724-1804). Menurutnya, antara empirisme dan rasionalisme
tidak ada yang salah. Ia berpendapat bahwa kedua hal tersebut sama-sama
berperan dan tidak mungkin dapat bekerja tanpa satu dengan yang lain.
Struktur ilmu pengetahuan itu mempunyai 2 kutub, yaitu:
- Subjek: berperan sebagai yang mengetahui
- Objek: berperan sebagai yang diketahui
Antara Subjek
dan Objek memiliki keterkaitan untuk
menghasilkan pengetahuan.
Sekarang, saya akan membahas mengenai Teori
Kebenaran. Teori Kebenaran dibagi
menjadi beberapa bagian, antara lain:
1. Teori Kebenaran
Korespondensi
Kebenaran
akan terjadi apabila pernyataan subjek sesuai dengan kenyataan yang ada.
Contoh: pernyataan para ahli sejarah yang menemukan
berbagai fosil jaman purba didukung dengan data dan bukti yang kuat.
2. Teori Kebenaran
Koherensi
Kebenaran
akan terjadi apabila ada kesesuaian pendapat beberapa subjek terhadap objek.
Contoh: Beberapa orang hakim yakin bahwa tersangka
pencuri motor itu bersalah dan akan dikenai hukuman sesuai dengan undang-undang
yang berlaku.
3. Teori Kebenaran
Pragmatik
Kebenaran
akan terjadi apabila suatu hal memiliki nilai kegunaan.
Contoh: Buku sangat berguna untuk menambah ilmu
4. Teori Kebenaran
Konsensus
Kebenaran
akan terjadi apabila ada kesepakatan yang disertai dengan alasan tertentu
Contoh: Para guru dan kepala sekolah sepakat untuk
memberikan keringanan biaya sekolah terhadap salah satu siswa karena siswa
tersebut tidak mampu membayar biaya sekolah.
5. Teori Kebenaran Semantik
Kebenaran
akan terjadi apabila seseorang mengetahui dengan tepat tentang arti dari suatu
kata
Contoh: Seorang murid dapat memahami dengan baik pelajaran
matematika mengenai logaritma.
Sekarang saya akan menjelaskan mengenai Kebenaran.
Kita sering mendengar atau bahkan menggunakan
kata kebenaran dalam kehidupan sehari-hari. Sebenarnya apa sih yang dimaksud
dari kebenaran?
Kebenaran adalah nilai utama di
dalam kehidupan manusia. Untuk menilai sifat atau makna dari suatu pernyataan
digunakan benar-salah. Dalam kehidupan sehari-hari, ada orang yang sering
mengatakan “saya rela mati demi membela kebenaran”. Hal ini menunjukkan bahwa
kebenaran sangatlah penting dan berharga bagi manusia.
Secara
umum, kebenaran dimengerti sebagai kesesuaian antara apa yang dipikirkan atau
dinyatakan dengan kenyataan yang sesungguhnya. Bahasa Yunani dari kebenaran
adalah aletheia (άληδεία)
Menurut
Plato, pengertian dari aletheia
secara etimologi berarti “ketaktersembunyian adanya” atau “ketersingkapan
adanya”. Jadi, selama kita masih terikat dengan “yang ada” dan tidak masuk pada
“adanya dari yang ada”, kita belum bertemu dengan kebenaran, karena “adanya” itu masih
tersembunyi.
Menurut
kaum Positivisme Logis, kebenaran dibagi menjadi dua,
diantaranya:
- Kebenaran Faktual adalah kebenaran tentang ada tidaknya secara faktual di dunia nyata sebagaimana dialami manusia. Pada prinsipnya kebenaran ini dapat diuji kebenarannya berdasarkan pengamatan inderawi.
- Kebenaran Nalar adalah kebenaran yang bersifat tautologis (pengulangan gagasan) dan tidak menambah pengetahuan baru mengenai dunia, tetapi dapat digunakan sebagai sarana membantu memperoleh pengetahuan yang benar atau dapat membantu memperoleh kebenaran faktual.
Sedangkan menurut Thomas Aquinas (1225-1274), kebenaran
dibagi menjadi 2 yaitu:
- Kebenaran Ontologis adalah kebenaran yang terdapat di dalam kenyataan, baik spiritual maupun material, yang meskipun ada kemungkinan untuk diketahui
- Kebenaran Logis adalah kebenaran yang terdapat dalam akal budi (si penahu) dan kenyataan.
Kedudukan Kebenaran
Kedududukan kebenaran dalam
tradisi Aristotelian pertama adalah
kebenaran berada pada subjek penahu , bagaimana subjek mengetahui di dalam
pikirannya kemudian diungkapkan dengan bahasa baik lisan maupun tulisan, dari
kepercayaan-kepercayaan yang diyakininya. Tetapi karena kebenaran merupakan
persesuaian atau penyamaan akal budi dengan kenyataan (idelitas-realitas),
kebenaran juga terdapat pada objek atau kenyataan yang diketahui. Kebenaran ini
terdapat pada relasi antara subjek penahu dan objek yang diketahui.
Kesahihan dan Kekeliruan
Apa
itu kesahihan? Apa itu kekeliruan? Apakah kesahihan dan kekeliruan adalah dua
hal yang mempunyai pengertian yang sama? Untuk menemukan jawabannya, mari kita
baca tulisan di bawah ini
- Kesahihan berarti dapat di percaya atau valid, sesuai dengan fungsi (kenyataan)
- Kekeliruan berarti menerima sebagai benar apa yang dinyatakan salah atau menyangkal apa yang senyatanya benar. Kesalahan adalah hasil dari tindakan kekeliruan. Kekeliruan dapat terjadi karena banyak faktor yang memengaruhi seperti:
- Sikap terburu-buru atau kurang perhatian pada saat melakukan suatu kegiatan
- Terlalu gegabah dan sikap takut salah yang keterlaluan dalam mengambil keputusan
- Kerancuan dan kebingungan akibat dari emosi, perasaan yang mengganggu konsentrasi
- Prasangka dan dugaan baik dari individu maupun sosial
- Kekeliruan penalaran dan tidak mematuhi aturan-aturan logika
S Sumber:
- http://filsafat.kompasiana.com/2012/12/09/filsafat-ilmu-aliran-rasionalisme-dan-empirisme 515259.html
- http://id.wikipedia.org/wiki/Epistemologi
- http://id.wikipedia.org/wiki/Fenomenalisme
- http://en.wikipedia.org/wiki/Aletheia_(mythology)
Bila ada hal-hal yang ingin ditanyakan atau ingin memberikan penambahan, silahkan tulis di kolom komentar. Terima kasih.
Have a lovely day!
"Positive thinking will let you do everything better than negative thinking will" ~ Zig Ziglar


.jpeg)
Wah backgroundnya lucuuuu :) isinya pun berguna sekali hehe 84 buat kamu
ReplyDeleteterima kasih ya! :)
DeleteMantap👍
ReplyDelete