Pada hari Jumat, 19 September 2014 kami melanjutkan sesi ke 3 & 4 membahas tentang Logika dan Critical Thinking. Langsung kita mulai saja yuk!
Tentu kita sering mendengar kata Logika dalam kehidupan sehari-hari. Sebenarnya, apa arti dari kata Logika itu?
Logika merupakan kata dari bahasa Yunani, yaitu λόγος (logikos) berarti sesuatu yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. kata Logika pertama kali digunakan oleh Zeno dari Citium.
Logika adalah cabang filsafat yang praktis. Logika menjadi alat untuk menganalisis argumen, yaitu hubungan antara kesimpulan dan bukti atau bukti-bukti yang diberikan (premis).
Objek Logika dibagi menjadi 2, yaitu:
- Objek Material: Logika adalah manusia itu sendiri
- Objek Formal: Logika ialah kegiatan akal budi untuk melakukan penalaran yang tepat yang tampak melalui ungkapan pikiran melalui bahasa
Belajar Logika itu ada banyak manfaatnya loh. Apa sajakah itu?
- Membantu kita untuk dapat berpikir kritis, metodis, dan rasional
- Meningkatkan kemampuan bernalar kita secara abstrak
- Menambah kecerdasan dalam berpikir, sehingga menghindari kita dari kesesatan dan kekeliruan dalam menarik kesimpulan
Sejarah Logika
Logika muncul bersamaan dengan filsafat. Filsuf pertama yang melakukan pemikiran sistematis tentang logika adalah Aristoteles (384 - 322 SM)
Kita sekarang mengenal istilah Logika, tetapi dulu Aristoteles menamakan "Analitika" yaitu penyelidikan terhadap argumentasi-argumentasi yang bertitik tolak dari putusan-putusan yang benar.
- Logika Tradisional: berfungsi untuk menganalisis bahasa
- Logika Modern: berusaha menerapkan prinsip-prinsip matematik terhadap logika tradisional dengan menggunakan lambang-lambang non-bahasa
Macam-macam Logika adalah:
- Logika Kodrati: suatu suasana disaat akal budi bekerja secara spontan. Contoh: saat seorang mahasiswa disuruh ibunya untuk menjemput adiknya pukul 1 siang. Mahasiswa itu tidak perlu bertanya mengapa harus menjemput karena ia yakin itu merupakan perintah ibunya
- Logika Ilmiah: berusaha mempertajam akal budi manusia agar dapat bekerja lebih teliti dan cepat, sehingga dapat menghindar dari kesesatan
Logika Formal itu berbicara mengenai kebenaran bentuk. Logika Formal dapat disebut juga logika minor. Jadi sebuah argumen dapat dikatakan kebenaran bentuk apabila konklusi ditarik secara logis dari premis dengan mengabaikan isi yang terdapat dalam argumen tersebut. Contoh:
- Semua manusia memiliki tangan
- Semua presiden adalah manusia
- Jadi, semua presiden memiliki tangan
Logika Material itu membahas tentang kebenaran isi. Logika Material dapat disebut juga logika mayor. Jadi, sebuah argumen dapat dikatakan mempunyai kebenaran isi apabila pernyataan-pernyataan yang membentuk argumen tersebut sesuai dengan kenyataan. Contoh:
- Semua manusia memiliki tangan
- Ani memiliki tangan
- Jadi, Ani adalah manusia
Tambahan:
- Bila premis-premis salah, maka kesimpulan dapat salah, dapat juga kebetulan benar
- Jika kesimpulan benar, maka premis-premisnya dapat benar, tetapi dapat juga salah
Mari kita lanjut membahas Logika Induktif dan Logika Deduktif.
Logika Induktif: proses pemikiran yang di dalam akal kita bertolak dari pengetahuan tentang beberapa kejadian/peristiwa yang lebih khusus lalu menyimpulkan ke hal yang lebih umum
Kesimpulan dalam penalaran induktif itu bersifat generalisasi, karena itu tidak menjamin kepastian mutlak. Penalaran induktif tidak bersifat sahih/tidak sahih melainkan apakah satu penalaran induktif lebih probabel (tergantung sampel yang dijadikan alasan penyimpulan) dari yang lain. Penalaran induktif tidak bisa dipakai untuk membenarkan induksi
Logika Deduktif: proses pemikiran yang di dalam akal kita bertolak dari pengetahuan yang lebih umum untuk menyimpulkan hal yang khusus.
Kesimpulan dalam penalaran deduktif bersifat analitis, karena itu pasti seratus persen kalau argumentasinya sahih dari sudut logika formal. Penalaran deduktif bersifat sahih apabila kesimpulan relevan pada alasan/premis atau tidak sahih apabila kesimpulan tidak relevan pada proses. Penalaran deduktif adalah dasar untuk membangun dan menilai prinsip-prinsip ilmu pengetahuan.
Selanjutnya, saya akan membahas mengenai Critical Thinking
Critical Thinking
Critical Thinking atau Berpikir Kritis adalah merasionalisasi kehidupan manusia dan secara hati-hati mengamati atau memeriksa proses berpikir sebagai dasar untuk mengklarifikasi dan memperbaiki pemahaman kita tentang sesuatu.
Ciri-ciri berpikir kritis ada 6, yaitu:
Sumber:
Selanjutnya, saya akan membahas mengenai Critical Thinking
Critical Thinking
Critical Thinking atau Berpikir Kritis adalah merasionalisasi kehidupan manusia dan secara hati-hati mengamati atau memeriksa proses berpikir sebagai dasar untuk mengklarifikasi dan memperbaiki pemahaman kita tentang sesuatu.
Ciri-ciri berpikir kritis ada 6, yaitu:
- Rasional, Reasonable, dan Reflektif: berdasarkan alasan-alasan serta bukti-bukti dan bukan atas dasar keinginan pribadi
- Melibatkan skepticism yang sehat dan konstruktif: tidak menerima atau menolak ide-ide, kecuali karena mengerti hal tersebut
- Otonomi: berpikir dengan pikiran sendiri dan tidak mudah dimanipulasi
- Kreatif: menciptakan ide-ide orisinal dengan cara menghubungkan pemikiran-pemikiran dan konsep-konsep
- Adil: Tidak bias atau berpihak
- Dapat dipercaya atau dilakukan: membuat observasi yang dapat dipercaya serta menegakkan kesimpulan secara tepat
5 model berpikir kritis adalah T. H. I. N. K:
- Total Recall (Pemanggilan Total): mengingat suatu fakta atau kejadian serta mengingat dimana dan bagaimana menemukannya serta dibutuhkan. Total Recall tergantung pada memori dan ingatannya
- Habits (Kebiasaan): pendekatan berpikir yang sering diulang-ulang. Jadi, habit merupakan sesuatu yang dilakukan tanpa berpikir
- Inquiry (Pencarian Informasi): memeriksa isu-isu secara mendalam dengan menanyakan hal-hal yang terlihat nyata
- New Ideas and Creativity (ide-ide baru dan kreatifitas): model ini membuat seseorang berpikir melebihi sumber
- Knowing How You Think: berpikir tentang bagaimana seseorang berpikir
METACOGNITION: berada diantara proses mengetahui, tahu bagaimana seseorang berpikir
Sumber:
- http://kuliahfilsafat.com/2009/11/22/pengertian-sejarah-dan-macam-macam-logika/
- http://id.wikipedia.org/wiki/Logika
- PPT yang diberikan
Bila ada hal-hal yang ingin ditanyakan atau ingin memberikan penambahan, silahkan tulis di kolom komentar. Terima kasih.
Have an awesome day!
Have an awesome day!
"If there is no struggle, there is no progress" ~ Frederick Douglass


bagus blognya ^^ 85!
ReplyDeleteterima kasih Angelica! :)
Deletepostnya lengkap baguss :) 80 yaa :)
ReplyDeleteterima kasih ya Kinsky! :)
Delete