HI BLOGGER!
Pada sesi pertama, materi yang diberikan adalah tentang Subjektivisme dan Objektivisme.
Subjektivisme itu apa sih?
Subjektivisme adalah semua doktrin yang menekankan pada unsur subyektif pengalaman yang dialami oleh individu. Subjektivisme dapat juga diartikan pengetahuan dipahami sebagai keyakinan yang dianut oleh individu. Subjektivisme dapat dipahami sebagai bentuk penolakan terhadap objektivisme.
Ada beberapa pendukung pandangan Subjektivisme, yaitu:
![]() |
| Aristoteles (384 SM - 322 SM) |
![]() |
| Plato (427 SM - 347 SM) |
![]() |
| Rene Descartes (1596 - 1650) |
Rene Descartes menentang skeptisisme yang justru membawanya ke arah subjektivisme.
Sikap dasar skeptisisme adalah kita tidak pernah tahu tentang apa pun.
- Kaum Solipsisme (solo ipse)
- Kaum Realisme Epistemologis: berpendapat bahwa kesadaran menghubungkan saya dengan "apa yang lain" dari diri saya
- Kaum Idealisme Epistemologis: berpendapat bahwa setiap tindakan mengetahui, berakhir di dalam suatu ide, yang merupakan suatu peristiwa subyektif murni
Ciri Pendekatan Subjektivisme yaitu:
- Menggagas pengetahuan sebagai suatu keadaan mental yang khusus
- Pengalaman subyektif kokh terjamin sebagai titik tolak pengetahuan dari data inderawi diri sendiri
- Prinsip subyektif tentang alasan cukup, karena pengalaman bersifat personal.
Perlu diingat bahwa:
- Pengetahuan yang bukan tentang diri sendiri adalah Pengetahuan Langsung.
- Sedangkan, pengetahuan tentang yang bukan diri sendiri "aku" adalah Pengetahuan Tidak Langsung.
Bagaimana? sudah mengertikah apa itu Subjektivisme? saya harap semua dapat mengerti dan memahaminya ya!
Sekarang, kita lanjut membahas Objektivisme. Nah, kira-kira apa nih arti dari Objektivisme?
Objektivisme adalah pandangan bahwa objek yang kita persepsikan melalui indera kita itu ada dan bebas dari kesadaran kita. Objektivisme beranggapan pada tolak ukur suatu gagasan berada pada objeknya. Jadi, Objektivisme bisa diartikan bahwa segala sesuatu yang dipahami itu tidak tergantung pada orang yang memahami.
3 pandangan dasar Objektivisme yaitu:
- Kebenaran itu independen terlepas dari pandangan subjektif
- Kebenaran itu datang dari bukti faktual
- Kebenaran hanya bisa didasari pengalaman inderawi
Pengetahuan dalam pengertian Objektivis adalah:
- Sepenuhnya independen dari klaim seseorang untuk mengetahuinya
- Pengetahuan terlepas dari keyakinan seseorang atau kecenderungan untuk menyetujuinya
- Pengetahuan dalam pengertian Objektivis adalah pengetahuan tanpa orang: ia adalah pengetahuan tanpa diketahui subjek (Karl L. Popper)
- Objek bersifat umum artinya objek yang sama dapat dipersepsikan oleh pengamat yang tidak terbatas jumlahnya
- Objek bersifat permanen artinya baik untuk dipersepsikan atau tidak
Untuk mempercayai kebenaran kesaksian inderawi, maka ada syarat-syarat yang harus dipenuhi, di antaranya:
- Objek bersifat permanen artinya baik untuk dipersepsikan atau tidak
Untuk mempercayai kebenaran kesaksian inderawi, maka ada syarat-syarat yang harus dipenuhi, di antaranya:
- Objek harus sesuai dengan jenis indera kita
- Organ indera harus sehat dan normal
- Medium harus ada karena objek ditangkap melalui medium
Apakah perbedaan Objek Khusus dan Objek Umum?
Kalau Objek Khusus itu merupakan data yang ditangkap hanya oleh satu indera. Misalnya suara, warna, bau
Sedangkan kalau Objek Umum itu merupakan data yang dapat ditangkap oleh lebih dari satu indera. Misalnya, gerakan yang dapat dilihat atau diraba
Selanjutnya, saya akan membahas mengenai Konfirmasi, Inferensi, dan Konstruksi Teori
Konfirmasi
Secara etimologi, konfirmasi berasal dari kata bahasa inggris (Confirmation) yang artinya penegasan atau memperkuat. Jadi, konfirmasi adalah memperkuat apa yang didapat dari fakta atau kenyataan.
Ada 2 aspek konfirmasi, yaitu:
Konfirmasi
Secara etimologi, konfirmasi berasal dari kata bahasa inggris (Confirmation) yang artinya penegasan atau memperkuat. Jadi, konfirmasi adalah memperkuat apa yang didapat dari fakta atau kenyataan.
Ada 2 aspek konfirmasi, yaitu:
- Konfirmasi Kuantitatif: untuk memastikan kebenaran, ilmu pengetahuan mengemukakan konfirmasi aspek kuantitatif. Misalnya membuat penelitian dengan menggunakan banyak sampel lalu membuat suatu kesimpulan bersifat umum.
- Konfirmasi Kualitatif: Konfirmasi kualitatif dilaksanakan karena ada kalanya konfirmasi kualitatif dibutuhkan untuk menunjukkan kebenaran. Misalnya dalam penelitian menjalankan model wawancara mendalam (depth interview)
Ada hal penting untuk diingat yaitu konfirmasi berupaya mencari hubungan yang normatif antara hipotesis yang diambil dengan fakta-fakta.
Konfirmasi memiliki 3 jenis, di antarnya:
- Decision Theory: kepastian berdasarkan keputusan atau fakta mempunyai manfaat faktual
- Estimation Theory: menetapkan kepastian dengan memberi peluang benar atau salah
- Reliability Theory: menetapkan kepastian dengan mencermati stabilitas fakta yang berubah-ubah terhadap hipotesis
Inferensi
Inferensi merupakan arti dari penyimpulan. Penyimpulan diartikan sebagai proses membuat atau menarik kesimpulan (conclusion). Inferensi dapat didefinisikan sebagai suatu proses penarikan kesimpulan dari satu atau lebih keputusan
Proses penarikan kesimpulan dapat dilakukan dengan 2 cara, yakni Inferensi Deduktif dan Inferensi Induktif.
Inferensi Deduktif dibagi menjadi 2, yaitu:
- Inferensi Langsung: penarikan kesimpulan hanya dari sebuah premis (pernyataan). Sehingga kesimpulan adalah pernyataan yang dihasilkan sesuai dengan premis-premis yang tersedia dan berhubungan secara logis dengan pernyataan.
- Inferensi Tidak Langsung: penarikan kesimpulan dengan menggunakan 2 premis. Premis-premis merupakan proposisi-proposisi yang digunakan untuk membuat kesimpulan. Proposisi yang menjadi premis dalamsuatu silogisme disebut antesendens, sedangkan proposisi yang menjadi konklusi disebut konsekuens.
- Predikat konklusi disebut term mayor, sedangkan subyek konklusi disebut term minor.
- Premis yang mengandung term mayor disebut premis mayor, dan premis yang mengandung term minor disebut premis minor.
Hukum Inferensi:
- Kalau premis-premis benar, kesimpulannya benar
- Kalau premis-premis salah, kesimpulannya dapat salah, dapat kebetulan benar
- BIla kesimpulan salah, premis-premis juga salah
- BIla kesimpulan benar, premis-premis dapat benar, dapat juga salah
Konstruksi Teori
Definisi: model/kerangka pikiran yang menjelaskan fenomena alam/sosial tertentu
- Teori dirumuskan, dikembangkan, dievaluasi menurut metode ilmiah
Ada 2 kutub teori, yaitu:
- Kutub 1: Teori sebagai hukum eksperimental. Misalnya hukum Mendel tentang keturunan yang bisa langsung diuji melalui observasi
- Kutub 2: Teori sebagai hukum yang berkualitas normal, seperti teori relativitas Einstein
Pengelompokan perkembangan ilmu pengetahuan dalam 3 periode:
- Animisme: fase percaya pada mitos
- Ilmu Empiris: tolok ukurnya adalah pengalaman, klasifikasi, penemuan hubungan-hubungan, dan perkiraan kebenaran
- Ilmu Teoritis: gejala yang ditemukan diterangkan dengan kerangka pemikiran
Dibangun dengan abstraksi generalisasi serta deduksi probabilistik dan deduksi apriori (spekulatif)
Ada 3 model Konstruksi Teori, di antaranya adalah:
- Model Korespondensi: suatu kebenaran dibuktikan dengan menemukan relavansinya dengan yang lain
- Model Koherensi: sesuatu dipandang benar bila sesuai dengan moral tertentu
- Model Paradigmatis: konsep kebenaran ditata menurut pola hubungan yang beragam, menyederhanakan yang kompleks
Aliran dalam Konstruksi Teori adalah:
- Reduksionisme: teori merupakan suatu pernyataan yang abstrak, tidak dapat diamati secara empiris, serta tidak dapat diuji langsung
- Instrumentalisme: teori adalah instrumen bagi pernyataan observasi agar terarah dan terkonstruksi
- Realisme: teori dianggap benar bila real, secara substantif ada dan bukan fiktif
Sumber:
- Slideshow yang diberikan
Bila ada hal-hal yang ingin ditanyakan atau ingin memberikan penambahan, silahkan tulis di kolom komentar. Terima kasih
Have a fabulous day!
Have a fabulous day!
"Be happy for this moment. This moment is your life" ~ Omar Khayyam



wahh ada gambarnyaaaa menarikkk enak di bacaa 90 ya :)
ReplyDeletemakasihhh sayang ku hahaha
Delete